Pengelola Geopark Klaten Perkuat Langkah Menuju Geopark Nasional

Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Bapperida terus mempercepat pengembangan Geopark Klaten menuju Geopark Nasional melalui penguatan kelembagaan, penyusunan roadmap, serta percepatan usulan rekomendasi gubernur kepada Komite Nasional Geopark Indonesia/Bappenas. Pengembangan geopark juga didukung pembentukan Youth Forum, penguatan konservasi dan biodiversitas, pengembangan wisata edukasi, serta sinergi lintas sektor menuju geopark yang berkelanjutan.

Pengelola Geopark Klaten Perkuat Langkah Menuju Geopark Nasional

KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus memperkuat langkah percepatan pengembangan Geopark Klaten menuju Geopark Nasional. Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tindak lanjut pembentukan Pengelola Geopark Tingkat Daerah yang dilaksanakan pada Jumat (22/5/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas Keputusan Bupati Klaten tentang Pembentukan Pengelola Geopark Tingkat Daerah Tahun 2026.

Rapat dihadiri oleh unsur perangkat daerah, akademisi, pengelola geopark, praktisi, dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya Bapperida Kabupaten Klaten, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, DPUPR, Perhutani, akademisi, hingga jajaran Pengelola Geopark Klaten.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah percepatan pengusulan Geopark Klaten kepada Gubernur Jawa Tengah guna memperoleh surat rekomendasi yang selanjutnya diteruskan kepada Komite Nasional Geopark Indonesia/Bappenas. Surat rekomendasi gubernur tersebut ditargetkan dapat terbit paling lambat akhir Mei 2026.

Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus dilakukan dalam rangka mendukung proses penerbitan rekomendasi gubernur sebagai bagian dari tahapan pengusulan Geopark Klaten. Perkembangan proses usulan juga terus disinergikan dengan pihak terkait guna mendukung percepatan administrasi dan penyempurnaan dokumen pengajuan.

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa proses pengembangan Geopark Klaten telah berlangsung cukup panjang. Pembentukan badan pengelola telah mulai dirintis sejak tahun 2021 dan secara resmi disahkan pada tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Klaten tentang Pembentukan Pengelola Geopark Tingkat Daerah.

Momentum pengembangan geopark pun diminta terus dijaga agar semangat kolaborasi lintas sektor tetap terpelihara. Seluruh target pengembangan harus direncanakan, disepakati, dijalankan, dan dipenuhi secara bersama-sama sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Sebagai bagian dari percepatan pengembangan, Pengelola Geopark Klaten akan membentuk Youth Forum Geopark yang melibatkan generasi muda dan peserta Krenova Kabupaten Klaten. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang inovasi kreatif sekaligus media edukasi dan promosi geopark berbasis partisipasi anak muda.

Selain itu, roadmap pengembangan Geopark Klaten juga tengah disusun dengan menyesuaikan karakteristik daerah dan potensi masing-masing kawasan. Penyusunan roadmap tersebut dipadukan dengan matriks fokus utama perbaikan berdasarkan masukan Bappenas terhadap dokumen Rencana Induk (Rinduk) Geopark Klaten.

Masing-masing bidang diminta melakukan pemetaan program sesuai tugas dan fungsi agar fokus pembenahan dapat segera dilaksanakan. Dalam rapat juga ditekankan perlunya penyusunan rincian tugas dan fungsi setiap bidang untuk disosialisasikan dan dijalankan secara optimal.

Tidak hanya itu, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) juga dinilai penting agar program dan kegiatan geopark tetap berjalan berkelanjutan meskipun terjadi pergantian pengurus di masa mendatang.

Untuk memperjelas tahapan pelaksanaan program, Pengelola Geopark Klaten akan menyusun time schedule kegiatan mulai akhir Mei 2026 yang nantinya disepakati bersama dan dijalankan oleh seluruh bidang.

Dalam aspek edukasi dan pemberdayaan masyarakat, Desa Tawangrejo telah memulai pengembangan kawasan melalui Objek Wisata Alam (OWA) Jatayu sebagai bagian dari penguatan edukasi geopark berbasis masyarakat dan wisata berkelanjutan.

Sementara itu, inventarisasi potensi geologi dan kawasan strategis di Bayat juga terus dilakukan guna mendukung pengembangan geosite dan geotrail berbasis karakter lokal.

Dukungan terhadap aspek biodiversity juga terus diperkuat. Pendataan keanekaragaman hayati di lingkungan geopark telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan geopark berbasis konservasi. Pada tahun 2026 juga direncanakan pelaksanaan Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah.

Pengelola Geopark Klaten juga menaruh perhatian pada sejumlah lahan kritis dengan tutupan lahan terbuka di beberapa kawasan geopark. Oleh sebab itu diperlukan upaya rehabilitasi dan pengembalian tutupan vegetasi secara lebih intensif.

Berbagai tindakan konservasi juga diarahkan untuk menjaga flora dan fauna ikon geopark seperti pandan gunung, mojoarum, mojoasem, dan burung kuntul sebagai bagian dari identitas ekologis kawasan.

Dalam sektor pariwisata, arah pengembangan Geopark Klaten tidak hanya berfokus pada mass tourism, tetapi juga diarahkan pada pengembangan wisata minat khusus berbasis edukasi, konservasi, budaya, dan pengalaman geowisata berkelanjutan.

Penguatan branding geopark dan edukasi masyarakat juga terus dilakukan melalui berbagai media dan kegiatan publik agar masyarakat semakin memahami pentingnya geopark sebagai instrumen konservasi, pendidikan, dan pengembangan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Klaten optimistis melalui sinergi pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat, pengembangan Geopark Klaten dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan menuju pengakuan sebagai Geopark Nasional.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0