Bappenas Tinjau Muatan Rencana Induk Geopark Klaten

Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Klaten melaksanakan pembahasan peninjauan muatan Draf Rencana Induk Pengembangan Geopark Bayat Purba Klaten sekaligus kunjungan lapangan di kawasan Geopark Bayat Purba, Selasa (12/5). Kegiatan yang berlangsung di Stasiun Lapangan Geologi Bayat ini bertujuan menyempurnakan substansi rencana induk pengembangan geopark agar terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

Bappenas Tinjau Muatan Rencana Induk Geopark Klaten
Bappenas Tinjau Muatan Rencana Induk Geopark Klaten
Bappenas Tinjau Muatan Rencana Induk Geopark Klaten
Bappenas Tinjau Muatan Rencana Induk Geopark Klaten

Bappenas Tinjau Muatan Rencana Induk Geopark Bayat Purba Klaten

Klaten — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melaksanakan kegiatan pembahasan peninjauan muatan Draf Rencana Induk Pengembangan Geopark Bayat Purba Klaten sekaligus kunjungan lapangan di kawasan Geopark Bayat Purba Klaten, Selasa (12/5). Kegiatan berlangsung di Stasiun Lapangan Geologi Bayat, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan fasilitasi penyusunan Rencana Induk Pengembangan Geopark Bayat Purba Kabupaten Klaten Tahun 2024–2028 yang diajukan Pemerintah Kabupaten Klaten kepada Bappenas.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, perangkat daerah terkait, serta Tim Penyusun Draf Rencana Induk Geopark Bayat Purba Klaten.

Perencana Ahli Pertama Kementerian PPN/Bappenas, Alief Bani Ghazi, S.P.W.K, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan rencana induk menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan geopark secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

Pembahasan difokuskan pada peninjauan muatan substansi dalam draf rencana induk, meliputi aspek konservasi geologi, pengembangan pariwisata berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, hingga strategi pengembangan ekonomi lokal berbasis warisan geologi dan budaya kawasan Bayat Purba.

Melalui forum diskusi tersebut, berbagai masukan dan rekomendasi disampaikan guna menyempurnakan dokumen rencana induk agar selaras dengan arah pembangunan nasional, pengembangan geopark berkelanjutan, serta kebutuhan pengelolaan kawasan di Kabupaten Klaten.

Selain diskusi, tim juga melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah situs unggulan di kawasan Geopark Bayat Purba Klaten. Lokasi yang dikunjungi meliputi Desa Industri Batik, Desa Melikan dengan kerajinan gerabah putaran miring, Bukit Patrum, Rowo Jombor, Lava Bantal, hingga situs Mojoarum di Desa Jarum, Kecamatan Bayat.

Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung potensi geologi, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat yang menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan geopark. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana identifikasi kebutuhan penguatan pengelolaan kawasan serta sinkronisasi antara dokumen perencanaan dan kondisi eksisting di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Klaten menyambut positif dukungan dan pendampingan dari Bappenas dalam proses penyusunan Rencana Induk Pengembangan Geopark Bayat Purba Klaten. Diharapkan, dokumen rencana induk yang sedang disusun dapat menjadi pedoman strategis dalam pengembangan geopark yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0